🍽️ Terong dengan bagian tengah yang diambil hingga berlubang, diisi penuh dengan campuran tuna pedas dan gurih, kemudian digoreng perlahan dengan api kecil hingga kecoklatan—penampilannya menarik dan rasanya unik.
Potong 1 terong menjadi irisan tipis sekitar 1 cm, lalu gunakan gelas kecil atau tutup botol untuk mengeluarkan biji tengah secara melingkar.
Tiriskan 1 kaleng tuna melalui saringan, tekan-tekan dengan sendok hingga minyak berlebih benar-benar habis, lalu pindahkan ke mangkuk pencampur.
Potong cabai hijau dan cabai merah menjadi dua bagian, buang bijinya, lalu cincang halus.
Tambahkan tuna yang sudah ditiriskan ke dalam cabai cincang, 2 sendok teh gochugaru, dan 2 sendok makan panko. Aduk rata dengan cara menghaluskan hingga membentuk isian tuna yang padat dan lengket.
Tekan isian tuna yang telah disiapkan dengan kuat ke dalam rongga terong menggunakan jari, pastikan terisi merata dan permukaannya rata dengan kulit terong.
Di dalam mangkuk, kocok 2 butir telur dan 1 kuning telur bersama 1 sendok teh garam hingga halus dan tidak ada gumpalan untuk membuat air telur.
Taburi bagian luar terong yang sudah diisi dengan panko, lalu ketuk-ketuk ringan untuk menghilangkan kelebihan agar lapisan telur tetap tipis.
Celupkan terong yang sudah dilapisi panko ke dalam air telur hingga seluruh bagian basah, lalu letakkan ke dalam wajan yang telah dipanaskan dengan minyak sayur secukupnya.
Turunkan api menjadi sedang-kecil dan masak sambil sesekali dibalik hingga kedua sisi berwarna kecoklatan dan bagian dalam matang sempurna.
Potong terong menjadi lingkaran setebal 1 cm, lalu keluarkan isi tengahnya menggunakan gelas atau tutup botol.
Campur tuna yang sudah ditiriskan dengan cabai cincang dan panko, lalu isi padat ke dalam rongga terong.
Lapisi dengan panko dan air telur, lalu goreng di wajan dengan minyak banyak menggunakan api sedang-kecil hingga kecoklatan.
Tips memasak 💡
Menambahkan sedikit panko saat mencampur isian tuna membantu menciptakan tekstur padat, mencegah terpisah saat dibalik atau dimasak.
Jika isian tuna terlalu banyak, akan tumpah dan terlihat berantakan; jika terlalu sedikit, akan longgar. Sesuaikan jumlahnya agar rata dengan permukaan terong.
Panas tinggi hanya akan membakar kulit telur sementara bagian dalam masih mentah, jadi selalu masak dengan api sedang-kecil atau rendah agar warna kecoklatan merata dan matang sempurna dari dalam.
Menggunakan lebih banyak kuning telur dan sedikit putih telur saat membuat air telur menghasilkan warna lebih kaya dan kekuningan yang dalam, meningkatkan daya tarik visual.
Direkomendasikan untuk 🙋
⭐Orang-orang yang ingin meningkatkan fritter terong tradisional dengan penampilan elegan dan segar.
⭐Pembuat rumahan yang ingin menggunakan tuna kaleng untuk lauk cepat, bergizi, dan kaya protein.
⭐Pecinta makanan yang mencari fritter menarik secara visual sebagai hidangan pembuka istimewa untuk makgeolli atau saat mengundang tamu.